Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Janjian Ngentot Di WC Kantor
Cerita Seks Janjian Ngentot Di WC Kantor – Nama gue galan karyawan call center bank swasta terkemuka di di indonesia. Jabatan gue hanya sbgai agent biasa yg kerjanya dimaki-maki nasabah setiap harinya, tapi beruntungnya gue dapet supervisor yang cantik dan seksi bernama Serma. Cewek putih,langsing dan berdada montok ditambah bongkahan pantat yang sangat sensual ini sungguh menggoda. Dengan tinggi 168 cm dan berdada 34 B ditambah kemeja ketat dan rok pendeknya selalu membuat hancur konstrasi gue.
To the point aja, bos gue si serma yang cantik itu tiba-tiba memanggil gue untuk ke mejanya, gue kira gue bakal kena omelan karena kerjaan gue yang berantakan tetapi ternyata hanya untuk dicekin smartphone nya yang katanya sering ngeheng.
“Lan lo bisa bantu liatin HP gue ga? Ko sering ngehang ya? Trus sinyalnya sering ilang?” tanyanya dengan raut wajah bingung, sungguh ekspresi kebingungannya bikin gue gemes,seolah-olah pengen gue jilat itu muka dengan lidah gue.
“Ya udh sini gue liatin tapi HPnya gue bawa dulu ya nanti pas makan siang klo udah bener gue kasih lagi.” balas gue untuk permintaan dia.
Smartphonenya gue bawa ke meja gue, gue coba otak-atik dikit padahal gue juga ga ngerto-ngerti bgt soal beginian bingung juga gue kenapa si serma tiba-tiba minta tolong ke gue.
Setelah lama gue oprek HPnya akhirnya gue ga nemu penyakit dr smartphonenya, selintas muncul pemikiran jelek gue, mumpung HPnya ada di gue, gue cek aja foto2 dalam galerinya. Dan apa yang gue dapet, gue liat ada beberapa foto hotnya. Ada pose saat dia lagi tiduran dengan BHnya aja,ada foto di kaca kamar mandi dengan toketnya yang putingnya yang coklat mengagumkan dan 1 lagi yang paling mantep ada 1 pose dimana ada foto Serma lagi tiduran di kasur dengan hanya menggunakan g-string hitam dan tanpa BH.
Niat jahat gue timbul, foto-foto ini bisa jadi modal buat gue untuk merasakan tubuh nya yang sensual itu. Dengan cepat gue kirim foto-foto itu ke smartphone gue. Setelah selesai gue balikin smartphonenya.
“Ka serma gue ga ngerti nih,dari tadi gue oprek tapi masih lemot aja, coba lo bawa ke counter aja deh.” sapa gue dengan pemikiran sebentr lagi gue akan dapetin tubuh moleknya.
“Yahh lu gimana sih kirain gue lu ngerti. Ya udah deh gapapa nnti gue bawa. Makasih ya.”.dengan wajah kecewa.
Sehari berselang tepatnya pukul 8 malam saat suanasana kantor mulai sepi, hanya ada beberapa orang shift malam, tanpa pikir panjang gue kirim balik foto2 hotnya dia ke smartphonenya dia dengan fasilitas messanger. gue liat dia lagi duduk sambil menatap serius PC dan kaget setelah mendapat pesan gue.
Dan dengan cepat dia balas pesan gue, dengan mata yang melotor ke arah gue. “KURANG AJAAAARRRRR APA-APAAN INI??BERANINYA LO NGAMBIL FOTO2 gue. gue LAPORIN LO KE KABAG….” Balasnya denga emosi.
“Silahkan, dengan senang hati palingan klo kaka bilang efek ke gue cuma di pecat, untuk ngelapor ke polisi kayanya ga bakal, apa mau Perusahaan membuka aib karyawannya??? Dan klo kaka lapor apa kaka ga malu?” dengan perasaan penuh kemenangan.
“Hapus sekarang juga, dan jangan bikin gue marah. Inget gue supervisor lo.” ancamnya sambil tetap menatap tajam ke arah gue, gue pun hanya senyum sinis.
“gue akan hapus setelah gue bisa menjamah tubuh seksi lu.” ancam gue.
“Bajingan, jadi lu ancem gue” balasnya dengan cepat di mesangger.
“Ya terserah apa penilaian kaka..mau saya jamah sedikit atau kaka malu dan ga mungkin kaka pun akan di pecat.”
Keadaan gue udah diatas angin sekarang dan ka serma membalas.
“Apa mau lo sekarang?” Balasan dengan kata-kata menyerah.
“Saya tunggu kaka di toilet wanita sekarang, jangan lapor siapa pun atau kita hancur bersama.” balas gue dengan kontol yang sudah menegak membayangkan sesaat lagi menatap tubuh seksi ka serma.
Gue pun segera meninggalkan meja gue dan beranjak ke toilet wanita, mengapa gue pilih disana krna gue tau jam segitu toilet itu sudah sepi karna hanya ada beberapa wanita saja yang tersisa di kantor.
Gue pun membuka pintu kamar mandi secara mengendap-endap, lalu gue pilih bilik kamar mandi yang paling ujung.
Gue kirim pesan ka serma “gue udah dikamar mandi dan gue ada dibilik ujung, cepet kesini kontol gue udah tegang ” kiriman pesan gue semakin cabul.
5 menit berselang tidak ada balasan dan gue makin panik, jangan jangan dia lapor satpam atau panggil karyawan lain untuk grebek gue.
Dan tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka, jantung gue bedegup kencang, siapa kah yang membuka pintu itu.
Dan tak lama ketukan bilik kamar mandi berbunyi,gue buka pintunya ka Serma udah ada di depan bilik.
Gue: “silahkan masuk kaka cantik.”
Dia pun mengikuti bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, dengan muka yang sangat marah dia masuk. Bilik kamar mandi yang sempit membuat jarak kamu sangat dekat. gue liat dia menggunakan kemeja putih yang ketat sehingga toketnya menonjol dengan menantang. Ditambah rok mininya yang sejengkal diatas lutut membuat bokongnya semakin terlihat besar.
Serma : “apa yang lu mau?”
Gue : “tubuh lu ka serma, puasin gue sekarang dan gue persilahkan lu hapus foto2 lu sendiri di hp gue.”
Serma : “gue supervisor lo, gue atasan lo, sampai hati lu kaya gini?”
Kedua tangan gue langsung gue tempelin ke toketnya, luar biasa sintalnya toket dia, dia kaget dengan apa yang gue lakuin.
Gue : “gue ga peduli, gue cuma butuh tubuh lu skrg aja, setelah itu gue akan lupain kejadian.”
Secara perlahan tapi pasti gue raba toketnya secara perlahan, matanya menatap dendam ke gue. Semakin lama rabaan gue semakin cepat dan memjurus brulat. gue pun membuka kancing kemejanya dan langsung melucuti bajunya.
Gue liat toketnya luar biasa menantang dengan bh berwarna hitam berenda sedikit di tepiannya. gue buka kaitan di belakang dan gue cantelkan di pintu bilik. Dua buah bukit kembar dan puting yang coklat sungguh membuat kontol gue makin membesar. Segera saja gue jilati puting kanan dan toket kiri gue raba dengan tangan gue.
Gue isep terus toketnya, gue jilat dengan rakus dan sesakli gue digigit. Puting satunta pun gue pilin sampai akhirnya nafasnya mulai tak beraturan. gue tukar posisi sekarang toket kirinya yang gue jilat dan ise, toket kanan yang sudah basah gue raba secara keras dan gue puter-puter putingnya.
Keluarlah suara dari mulutnya. “Aaaaaahhhhhhhh….”, gak gue sangka dia menikmati juga apa yang gue lakukan.
Sambil terus menmenjelajahi toketnya yang ranum dengan jilatan,hisapan dan pelitiran puting. Kaitan rok belakng perlahan gue buka dan seletingnya pun gue turunkan. Secara otomatis turun lah rok kak serma.
Oh my god ternyata dia sedang menggunakan g-string hitamyang hanya menutupi memeknya dengan bentuk segitiga dan tali tipis menyelip di balahan pantatnya.
Toketnya semakin brutal gue jilat dan sering kali gue gigit kecil yang membuat dia mendesah kenikmatan. Tanganku sekarang keduanya ada di pantatnya, kuraba pantat semoknya dengan tangan kiri dan tangan kananku kuraba memeknya yang mulai basah dengan cairan kewanitaannya, ternyata ka serma terangsang juga..
Setelah puas merasakan toketnya kusuruh ka serma duduk diatas toilet yang terlebih dahulu aku tutup agar dia bs duduk.
Kubuka g-stringnya, mukanya gamang antara menuruti tetapi disisi lain dia tidak ikhlas. Dan setelah kubuka kulihat memeknya yang dihiasi bulu sedikit dan tertata rapih.
Aku langsung bertjongkok dihadapnya, ku jilati memeknya yang basah, kumainkan klirotisnya dengan lidah ku dan sesekali aku sapu memeknya. Tangan ku tak mau diam,ku maikan jariku di anusnya, keluar lah desahan kembali dari mulutnya, “ahh galan, lu jahat, lu bikin gue sange, lu harus tanggung jwab puasin gue sekarang…ahhhhh…terus lan…enakkk…ooohhhhh…”
Ternyata dia sambil memilin kedua putingnya sendiri.
gue masukin lidah gue ke memknya dan jari yang kiri memaikan itilnya, dia kelojotan dengan apa yang gue lakuin. Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gue dan membuat gue sulit bernafas. gue tau di mau orgasme dan gue isep itilnya dengan kuat dan secra bersamaan dia melungguh panjang “ooohhhhhh galannnnn gue keluaarrrr, “keluarlah cairan hangat secara perlahan yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di toilet dengan kaki mengakang dengan wajah lemas.
“Bangsat lu lan, lu bikin gue orgasme.”.
Gue: “tapi lu suka kan????sekarang giliran gue ya.”
Gue buka celana gue, cd dan kemeja gue secara cepat dan menyembulah kontol gue yang standar dengan panjang 14 cm ini.
Gue jambak rambutnya dan mengarahkan mulutnya ke kontol gue.
“Jangan kasar dong, pake jenggut segala, gue tau kok apa yang harus gue lakuin” sanggah ka serma.
Gue hanya tersenyum dengan responya.
Dia mulai memegang kontol gue dengan tangan kirinya dan mulai mencium kepala kontol gue, tangan kirinya mengocok-ngocok pelir gue yang membuat gue terbang ke enakan.
“Kontol lo boleh juga, kapan-kapan klo gue mau lagi boleh ya?”. pinta kak serma.
Gue kaget dengan permintaannya dan gue hanya berkata.
“Ga usah bawel ka, sepong gue sekarang gue udah sange. Masa’ yang ngecrot lu doank. gue juga mau.” Tandas gue.
Dengan cekatan dia mulai memasukan kontol gue kemulutnya secara beraturan, dia jilatin lubang kebcing gue, dia jilatin semua bagian kontol gue tanpa ada basa-basi lagi. Mulutnya sudah penuh dengan kontol gue, dia keluar masukan kontol gue dari mulutnya. Gak sangaka jago dia nyepong. Setelah 5 menit dia sepong gue, akhirnya gue mau ngecrot juga dan gue gak rela klo harus ngecrot dengan cara ini.
Gue tarik kontol gue dari mulutnya, dia pun protes. “Apa-apaan sih gue lagi enak ini.”
Gue: “gue akan kasih yang lebi enak, nungging lu sekarang.”
Dia pun menurutinya, gak sangka gue betapa mudahnya gue menyuruh supervisor gue ini bertindak cabul.
Sekarang dia udah nungging dan gue bisa liat anus dan memeknya dr belakang, pantatnya gue cubit dan dia marah, “brengsek, sakit tau cepet masukin kontol lu, kerjaan gue masih banyak.”
Tanpa berpikir panjang gue arah kontol gue ke memeknya secara perlaha, dan ternyata dia udah ga perawan, memeknya cukup mudah dimasukin tapi tetep pijatan daging memeknya cuku lumayan.
Kontol gue udah masuk semua dan gue dieimin sebentar, setelah itu mulai gue genjot maju mundur dengan ritma perlahan.
“Ooohhhh lan terus entotin gue, masukin semua kontol lo, puasin gue.” Pintanya.
Cerita Seks Terbaru 2013 – Janjian Ngentot Di WC Kantor Gue ketawa dalam hati, ga gue sangka bahasa pelacur juga klo udah sange. Ritme mulai gue tingkat kan genjotannya. Sambil toketnya gue raba dari belakang. Dia semakin mendesah, “oooohhhhhh galan bangsattt, cepet lan…cepet……enak sayang…..perkosa gue….sekarang gue pnya lo sayang….pake gue sesuka lu…aaaaaaahhhhhhh…terussssss….bangsaattt…. ” Celoteh ka serma terdengar cabul tapi semakin membuat gue terngsang.
Bosen dengan gaja blowjob,sekarang gue cabut kontol gue, sekarang gue duduk diatas toilet dan gue minta ka serma berdiri diatas gue, tanpa diminta dia mengerti dan mengarahkan kontol gue memeknya.
Bleeeessssssssss…..masuklah semua kontol gue di memeknya, dia diam menikmati kontol gue berada di memeknya. gue cium bibirnya secara brutal dan dia mulai menaik turunkan pinggulnya. Ciuman gue beralih ek toket, gue emut putingnya dan gue grebek toket satunya, “ahhhhh galaannnnnnn lu gilaaaaa gue nikmat banget, ooohhhhhhhhhhh isep terus lann….teruuuuuusssss….”
Genjotannya semakin mengiila sehingaa keluar suara keceplaaakkk…..kecplaaakkk…kecplaaaakkkkk,, suara campuran lendir kewanitaan dia yang mulai membasahi paha kami.
Dia sangat buas, genjotannya semokin meningkat.
“Galaaaaannn….galannnn….gue mau keluarrrrr gue ga kuat….ooooohhhhhh….” Pintanya.
“Sebentar ka kita keluarin bareng. Sebentar lagiiiiiiii, ohhhhhhhh lo pelacur gue malem ini…” Balas gue..
Dia tidak merespon perkataan bejat gue dan tak lama, “galaaaannn gue keluaaaaaaaaarrrr.n…. aaaargghhtttttttttttttt…. …” dia orgasme, cairan hangat keluar dari memeknya.
Dan tak sempat bertanya kontolku pun ngecrot di dalam rahimnya.
“Ka sermaaaa gue keluaaaaarrrrr ooooooohhhhhhhhhhh….”
Kami pun orgasme bersama dan dia memeluk tubuh gue yang terkulai lemas diatas tolilet.
2 menit keheningan terjadi, kontol gue masih di memeknya sampai mengkerut. Dia mulai mengeluarkan perkataan dengan nafas terengah
Ka serma : “hapus fotonya sekarang dan gue ikhlas klo lo minta hal ini kapan pun itu.”
Gue : “serius lo?”
Ka serma : “gue seriusss…selama ini gue hanya bisa puasin diri gue dengan jari, tapi sekarang gue pnya kontol lo yang bisa puasin gue. Tapi inget ini rahasia kita berdua.”
Gue: “siaaapppp,, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ka.” Sahut gue dengan bercanda.
Dan dia tak membalas dan mencium bibir gue. setelah itu kita berpakaian dan keluar secara bergantian dan bekerja kembali seolah tidak ada yang terjadi.
Setelah kejadian itu kamu sering bertemu di kosan ku untuk bercinta dan saling memuaskan.
Penikmat Perwawan ABG
Cerita Seks Penikmat Perwawan ABG – - Ceritanya diusia belasan dulu, Mardi pernah dikecewain Mustinah, gadis kampung idamannya yang kemudian kawin dengan bandot tua bernama Muksin, juragan tanah di kampung itu. Setelah merantau dan menjadi guru di kota S, Mardi juga pernah beberapa kali menjalin asmara, misalnya dengan Susi, karyawati disebuah hotel di kota S. Tapi, Mardi pun jadi kecewa setelah tahu kalau Susi tak lebih hanyalah wanita panggilan yang tubuhnya sudah seringkali dijamah lelaki hidung belang. Sedangkan dengan Erna, anak kepala desa di kota S, orangtua Mardi dikampung kurang sregg, jadi Mardi terpaksa hengkang meninggalkan Erna. Takut kualat sama ortunya.
Di kota S, Mardi tinggal dikompleks pengajar di SMP swasta itu. Nah kelakuan bejat Mardi mulai terjadi dua tahun terakhir, dan semakin menjadi-jadi karena selama itu tak pernah ketahuan.
Awalnya, suatu pagi Mardi bingung sekali harus bagaimana. Semalam sebelumnya, ia bersama beberapa teman bujang disekitar kompleks pengajar habis melototin adegan layak sensor dari VCD miliknya. Gambaran adegan porno yang ditontonnya membuat libido Mardi terus melonjak dan butuh tersalurkan, sementara istri belum punya. Mau belanja ke lokalisasi, Mardi takut kepergok kenalan. Profesi sebagai guru yang patut digugu dan ditiru tentu saja melarangnya secara sosial untuk melakukan itu.
“Ayo Linda, kamu maju kedepan dan kerjakan tugas ini dipapan,” perintah Mardi pada muridnya. Pagi itu Mardi mengajar matematika untuk kelas satu. Jumlah murid kelas 1A hanya 30 orang, yang cowok 10 dan cewek 20. Begitu dapat perintah Mardi, Linda maju kedepan untuk mengerjakan perintah Pak guru Mardi.
“Sudah pak.., sudah selesai,” kata Linda setelah mengerjakan tugas dipapan tulis. Mardi bangkit dari duduknya, dan mengamati tugas yang dikerjakan Linda.
“Wah., kamu ini pasti tidak pernah belajar ya? Kok ini salah semua.. Sini kamu Linda, bapak beri hukuman,” Mardi sedikit melotot meminta muridnya mendekat.
Linda adalah gadis ABG berusia 13 tahun. Bagi Mardi, murid yang satu ini cukup manis dan cantik, walaupun masih ABG alias bau kencur. Body Linda yang mulai remaja membuat daya tarik tersendiri bagi Mardi, apalagi tubuh bongsor Linda membuat susu yang baru tumbuh terlihat sexy tak ber BH.
“Nih.. Lain kali belajar yang rajin ya..,” Mardi mencubit bokong Linda dengan gemas sampai gadis cilik itu meringis kesakitan.
“Ampun Pak guru.. Iya besok saya belajar,” Linda takut sekali dimarahi Pak guru Mardi.
“Anak-anak yang lain, kalau kalian tidak belajar maka kalian akan bernasib sama kayak Linda. Nah Linda, jam istirahat nanti kamu menghadap Pak guru ya, kalau nggak ada diruang guru kamu cari bapak dirumah,” perintah Mardi lagi, Linda merunduk ketakutan. Setelah jam pelajaran Matematika selesai, Mardi kembali kerumahnya yang hanya beberapa meter dari sekolah. Kelas 1A kemudian diajar Bu Westi untuk pelajaran IPA.
Kesempatan jam istrirahat satu jam lagi dinanti Mardi dirumahnya, akal bulusnya mulai disusun untuk dapat melampiaskan nafsu yang terpendam pada Linda.
“Teng.. Teng.. Teng,” bel istirahat berbunyi, anak-anak SMP terlihat berhamburan keluar untuk beli aneka jajanan dikios-kios sekitar sekolah.
Diruang tamu rumahnya, Mardi menunggu Linda datang. Dan betul saja, beberapa menit setelah lonceng berbunyi Linda terlihat menuju rumah Pak guru Mardi.
“Ayo masuk Linda, duduk disini,” kata Mardi begitu Linda sampai.
“Iya Pak guru,” Linda langsung duduk dikursi di depan Mardi.
“Nah sekarang kamu jelaskan kenapa kamu ini terlambat sekali berpikirnya, apa dirumahmu banyak pekerjaan yang harus kau lakukan, atau memang kamu malas belajar hah?” Mardi berlagak marah membuat Linda ketakutan.
“Eh.. Anu pak.., saya kalau dirumah memang repot jagain adik yang masih kecil, jadi sering lupa belajar, maaf Pak guru,” Linda tertunduk.
Mardi tersenyum simpul melihat Linda yang ketakutan, ia pun segera berpikir untuk menggarap murid bongsor itu. Mardi kemudian menjelaskan pada Linda kalau dirinya bisa pintar secara instan tak perlu belajar, tentu saja itu akal-akalan Mardi.
“Kalau kamu mau, kamu harus datang kesini nanti sore biar bapak kasih tahu rahasia pintarnya,” kata Mardi meyakinkan.
“Mau pak.. Saya mau sekali asal bisa pintar dan jadi juara,” jawab Linda lugu. Waktu pun disepakati, Linda akan datang jam 5 sore untuk menerima rahasia ilmu dari Pak guru Mardi.
Mardi sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menggarap tubuh Linda sore itu. Ia tahu benar kalau sore itu kompleks pengajar yang hanya tiga rumah akan sepi karena Pak Mad dan Bu Westi ada acara arisan keluarga. Mardi tak ikut karena belum berkeluarga.
“Tok.. Tok.. Tok,” pintu rumah terdengar ketukan.
“Eh kamu Linda.. Kok cantik sekali kamu..,” Mardi menyambut Linda dengan genit.
“Jadi kan bapak kasih ilmunya?” tanya Linda dimuka pintu.
“Jadi dong, ayo masuk kamu,” Mardi menuntun Linda masuk kerumahnya, setelah itu pintu utama ditutup rapat. Linda pakai rok sekolah sebatas lutut dipadu kaos ketat warna pink, membuat susu yang baru tumbuh nampak tersembul kedepan.
“Nah sekarang bapak mau kasih rahasia pintar, tetapi kamu janji dulu untuk tidak cerita kepada siapapun. Soalnya, kalau murid yang lain tahu mereka akan cemburu dan minta ilmu itu juga, nanti kamu banyak saingan dan susah jadi juara, mau kan?” kata Mardi.
“Iya.. I.. Iya Pak saya janji,” jawab Linda lugu.
“Oke kalau begitu, sekarang kamu duduk disini ya, biar bapak kasih ilmunya,” Mardi menyuruh Linda duduk di bangku kayu, Linda menurut saja.
Setelah Linda duduk, Mardi mendekat dan berbisik-bisik ketelinga kanan Linda.
“Kalau mau pintar, telingamu harus dijilati seperti ini,” kata Mardi, lidahnya langsung menyapu daun telinga Linda berkali-kali sambil tangannya memegangi kepala Linda.
“Aduh.. Geli Pak guru.. Geli sekali,” Linda kegelian berusaha berontak.
“Geli ya?, ya memang begitu, tahan sedikit ya,” Mardi berhenti sebentar untuk meyakinkan Linda, tapi jilatan itu dilanjutkan lagi setelah Linda mengangguk. Puas menjilati telinga Linda, jilatan Mardi turun keleher Linda, dan tangannya ikut turun juga mengusap dan sedikit meremasi susu baru tumbuh milik Linda.
“Engghh geli Pak guru..,” Linda menepis tangan Mardi, Mardi pun menghentikan aktifitasnya.
“Eh kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tidak?” kata Mardi sedikit melotot dan berlagak marah. Linda jadi takut.
“Iya pak, mau,” jawab Linda tertunduk.
“Baiklah, telingamu sudah bapak bersihkan. Nah sekarang kamu buka bajumu dan mandi gih di kamar mandi itu, tapi jangan pakai sabun, biar bapak yang nyabunin nanti. Mengerti?” Mardi memerintah lagi. Linda yang anak kampung menurut saja, tak menaruh curiga.
Gebyar.. Gebyur.. Linda mulai mandi telanjang. Pintu kamar mandi tak ditutup, dan Mardi menikmati tubuh telanjang Linda dari pintu itu.
“Sudah Pak guru, sekarang sabunnya mana?” tanya Linda.
Tubuh Linda yang beranjak remaja membuat nafsu Mardi naik. Susu yang baru tumbuh dan vagina Linda yang belum berbulu dipandangi Mardi bergantian, lalu Mardi mendekati tubuh berkulit putih itu.
“Ehm.. Bapak sabuni badanmu ya,” tanpa menunggu jawaban Linda, Mardi segera mengusapi tubuh Linda dengan sabun yang dipegangnya.
Tangan Mardi mulai nakal dan menjamahi susu Linda, mengusap-usap dan menekan nekan. Meski kegelian, Linda nggak berani melawan, takut dimarah Pak guru. Eh tangan Mardi lebih berani lagi mengusap di pangkal paha Linda berkali-kali. Setelah puas menjamahi tubuh Linda, Mardi menyuruh Linda menyelesaikan mandi, dan menyuruhnya melilitkan handuk saja setelah selesai. Mardi menunggu diruang tamu.
“Saya sudah selesai mandi pak,” Linda keluar kamar mandi dengan tubuh terbungkus handuk.
“Itu baru pintar. Sekarang ikut bapak,” kata Mardi dengan mata berbinar, lalu mengamit tangan Linda dan menuntutnya masuk kekamar.
“Sekarang bobo’an disitu ya, biar bapak kasih ilmunya,” suruh Mardi pada Linda, lagi-lagi Linda nurut saja.
Setelah Linda berbaring di ranjangnya, Mardi mendekat dan duduk disamping kanan ranjang itu. Tangan Mardi dengan terampil menghempaskan handuk yang dikenakan Linda sehingga tubuh putih Linda yang baru mekar itu langsung terpampang tanpa halangan dihadapan Mardi. Linda sedikit bingung melihat perlakuan gurunya, tetapi gadis cilik itu tak berani protes. Jakun leher Mardi naik turun memandangi susu ranum Linda yang putingnya masih kecil dan tonjolannya pun belum sempurna. Lidah Mardi segera menyapu bibirnya sendiri begitu matanya membentur selangkangan Linda yang ranum belum ditumbuhi bulu.
Tangan Mardi menggerayangi tubuh Linda, sementara Linda tak berkutik menahan geli. Kemudian Mardi naik keranjang dan mulai menciumi tubuh telanjang Linda.
“Pakhh.. Geli pakhh,” Linda menolak kepala Mardi saat lidah Mardi menjilati susunya.
“Uh.. Kamu ini gimana sih? Mau pintar apa tidak? Nilai kamu nanti bapak kasih merah semua lho,” Mardi mengancam dengan mata melotot.
“Iya deh pak, saya mau pintar.. Tapi geli pak,” Linda pasrah akhirnya.
“Nah gitu donk, geli dikit ya ditahan..,” ketus Mardi dan kembali mencumbui gadis bau kencur itu.
Linda bukan main kegelian, apalagi selama ini belum pernah dijilatin susunya, berpikir untuk itu pun belum karena usianya masih kecil. Tapi untuk melawan ia tak mampu, selain takut sama Mardi, ia juga ingin mendapat ilmu pintar dari gurunya itu. Jadi, Linda hanya bisa menggeliat sambil terpekik kecil menahan perlakukan Mardi, hal itu membuat Mardi tambah bernafsu melumati tiap jengkal tubuh Linda.
Ciuman dan jilatan Mardi terus turun keperut dan selanjutnya turun lagi menuju selangkangan Linda. Mardi berhenti sejenak, disingkapnya paha Linda agar lebih mengangkang. Mata Mardi hampir loncat melihat vagina Linda yang sangat indah. Gadis berusia 12 tahun itu memiliki vagina yang sip, bibirnya tipis dan bersih tanpa bulu.
“Nah.. Linda, sekarang saatnya Pak guru menambah ilmu tadi biar kamu lebih pintar lagi,” kata Mardi. Linda tetap pasrah menerima perlakuan gurunya, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa banyak tanya.
“Ahh pakhh..,” Linda terpekik tapi tak berani melawan saat lidah Mardi menjalari permukaan vaginanya. Pinggulnya hanya bisa bergerak kecil menahan geli yang sangat dijilati Mardi.
“Sakit ya Lin?” tanya Mardi ditengah jilatannya.
“Engghaak Pakhh.. Cuma gelii..,” jawab Linda.
Jilatan Mardi diteruskan, dan lama-lama Linda merasakan perasaan yang selama ini belum pernah dirasanya. Geli itu berubah menjadi rasa nikmat yang sensasional bagi Linda. Cairan kental mulai merembes dari vagina Linda, lidah Mardi menerima cairan itu dan melanjutkannya, cairan itu ditelan Mardi. Sore itu Mardi benar-benar mempraktekan fore play yang ditontonnya di VCD porno, kepada Linda muridnya. Lidahnya makin berani menelusup dibelahan bibir vagina Linda.
“Ahh.. Pakk Ghuuruu.. Linda pingin pipisshh pakhh..,” Linda merasakan seluruh sendi dibokongnya kejang dan terasa enak, tanda-tanda orgasmenya mulai muncul. Mardi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, vagina Linda semakin dilumat dan disedot-sedot dengan bibirnya.
“Mmmphhff.. Ahh hayoo.. Pipiss aja Linn.. Mmffphh,” Mardi menambah jilatannya divagina Linda, sampai tubuh Linda tersentak-sentak menahan geli.
“Ahh.. Iyaa.. Linndaa piipiss Pakhh.. Uhh.. Pipiss.. Tuhh.. Aahh,” Linda kejang beberapa kali. Orgasme pertama yang dirasakannya membuat Linda melambung kenikmatan. Mardi pun menghentikan aksi jilatnya.
“Sakit ya Linn?” tanyanya memandangi wajah Linda yang semakin ayu dilihat.
“Eh.. Enggak paakk.. Bapak jangan marah ya, Linda pipis dimulutnya bapak.. Habis Linda nggak tahan geli sekali sih,” Linda takut kalau Mardi marah, cairan nikmatnya itu disangka air kencing.
“Bapak nggak marah, tapi apa yang kau rasakan tadi?” Mardi memancing Linda.
“Enggh.. Geli pak,”
“Enak nggak,”
“Iya.. Geli tapi enak pak,” jawab Linda malu.
Akibat Kenakalanku
Sudah beberapa menit aku terbangun dari tidurku. Walaupun aku sudah merasa cukup enakan, aku masih ingin bermalas malasan, dan membiarkan tubuhku yang telanjang bulat dan tersembunyi dalam bedcover ini tetap terbaring, menikmati empuknya ranjangku. Sesekali aku menciumi rambutku yang terhampar di atas bantalku ini, menikmati halusnya rambutku dan juga harumnya bau rambutku ini.
RISTI ADIK KELAS SMA KU

Siang itu aku mengunjungi SMAku, salah satu SMA favorit di Jakarta. Sebagai alumni di SMA tersebut, aku Robert masih sering ikut membina kegiatan ekstra kulikuler yang ada, di antaranya melatih Volley dan Bulutangkis. Kesempatan ini juga aku pakai sebagai kesempatan untuk mengunjungi adik2 kelasku yang cantik2. Dan sebagai kakak kelas kadang kala membuat usahaku untuk mendekati mereka tidak terlalu sulit. Salah satu adik kelas yang dekat denganku adalah Risti. Berparas biasa saja, berkulit sawo matang, pintar dan mempunyai body yang proposional. Maklum, dia selain mengikuti kegiatan keilmuan dibidang bahasa Inggris, aktif juga di dalam kegiatan Paskibraka dan Cheersleaders. Hubunganku dengan Risti sendiri sudah berjalan 3bulan. Dan sampai saat itu masih terbatas ciuman saja.
Diperkosa Massal Oleh Teman Suamiku Sendiri
Cerita Sex kali ini merupakan hal yang menyedihkan sekali karena teman
suamiku yang sungguh tega dengan diriku ini. Cerita Panas ini
merupakan kisah sangat menyedihkan karena itu aku berani mengukapkanya
di cerita bebas ini dengan aku kirimkan lewat via email karena aku
harus ccurhat kemana lagi. Aku mau cerita ke teman dekatku aku takut
karena bisa sampai ke suamiku. Awalnya memang sangat takut aku di
perkosa karena sebenenya aku juga kurang nafsu birahi aku pura2
berontaksaja sama teman suamiku yang memperkosa aku tapi sebenernya
juga aku ke enakan. Oh ya panggil saja namaku Dina Rozana, biasa
dipanggil Dina. Aku berasal dari ras Melayu dan tinggal di Kuala
Lumpur, Malaysia. Berikut ini aku akan berbagi tentang pengalaman ku
tentang sex yang pernah kualami dalam kehidupan nyataku. Tentang
pengalamanku diperkosa oleh beberapa lelaki dan bukan suamiku
menjadikan ini cerita seru untuk pembaca pecinta pembaca cerita.
Walaupun ini adalah pengalaman pribadiku tapi aku tak sungkan untuk
menceritakannya karena aku takkan bisa memendam ini semua, biarlah
semua orang tahu dan mereka pun bisa mengantisipasi segala kejadian
yang sama dengan aku. Jika anda berminat membaca cerita tentang
diperkosa massal ini dipersilahkan di bawah ini adalah semua fakta dan
kenyataan.
Tertipu Tapi Nikmat
Aku takut pacaran sebenarnya, setiap bertemu dengan cowok dihadapanku, aku merasa was-was tidak PD, sama halnya kayak ketemu hantu aku menyembunyikan diriku, tapi semenjak bertemu dengan pangeran mimpi dan akhirnya nyata aku bisa memiliki hatinya, Aku berubah menjadi sosok yang tidak takut dengan laki-laki, Akhirnya semua yang aku jalani dari perkenalan,pacaran hingga perkawainan.Berbagai cobaan dan renteten masalah sudah aku tempuhi meski sulit dan perlu pikiran yang terkontrol untuk mempu berpikir jernih.
Seks dengan tetangga kontrakanku mbak zaskia
Cerita Dewasa Masturbasi Asik – Namaku Rian waktu aku baru menikah dengan isteriku aku tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil dengan kondisi rumah yang sangat sederhana. Kamar mandi kontrakanku bersebalahan dengan kamar mandi tetangga belakang rumahku. Bahkan pintu belakang rumah kami bisa menuju rumah tetanggaku karena pintu belakangnya berhadap-hadapan yang langsung menuju kamar mandi.
Ketika itu aku belum begitu kenal dengan tetanggaku itu tapi aku sudah mendengar dari isteriku bahwa tetanggaku isterinya cantik dan putih walaupun badannya agak besar sedikit. Aku jadi penasaran ingin tahu seberapa cantik tetanggaku itu. Pada suatu Riani kamipun bertemu dan berkenalan dengan suami dan isteri tetanggaku mereka bernama Mas Andre dan Mbak Zaskia. Cerita ngentot enak hanya di 17ten
Ngewe Genk SMA
Ngecrot bareng 7 pasangan kawanku smu – Kali ini Saya ingin menceritakan pengalaman yang tak akan pernah terlupakan disaat masih SMA dulu pada tahun ajaran 2009. Kisah ini benar-benar Saya alami bersama teman-teman satu genk yang saling berpasangan. Kami mempunyai anggota sekitar tujuh pasang alias empat belas orang yang berlainan jenis. Kami dalam kelompok sudah tidak ada lagi rahasia-rahasiaan dan sudah saling bantu baik dalam suka maupun duka.
Di perkosa saat pulang kuliah
Namaku Mei Ling, aku adalah seorang mahasiswi semester akhir di salah satu perguruan tinggi terkemuka yang berada di daerah Jakarta Pusat yang pada masa-masa awal demokrasi terkenal sebagai pusat demonstrasi dan berbagai tragedi politik. Namun sebaiknya lupakan saja masalah itu, selain karena aku tidak pernah ikut kegiatan tersebut, aku juga lebih tertarik dengan urusan kuliah dan cowo ketimbang masalah politik.
Hutan Belantara Panas Membara
Inilah cerita dewasa seks
mesum berjudul 'hutan belantara panas membara' hot. ada suatu liburan
sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung
di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara
rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria (
guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh
cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami
tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.
Sedarah Dikamar Tante Ninik
"Kriing.." jam di meja memaksa aku untuk memicingkan mata.
"Wah gawat, telat nih" dengan tergesa-gesa aku bangun lalu lari ke kamar mandi.
Puncak Surga gadis perawan
Shanti adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Shanti bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Shanti mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Shanti membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Shanti memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Shanti seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.
Perjakaku Buat Rita
Malam minggu itu jam 21:15.. aku ketinggalan kereta di stasiun bogor,
tapi aku hrs ke jakarta, ada urusan kerjaan yang harus diselesaikan
malam itu juga buat senin pagi. Aku tidak bisa nginep di rumah orang
tuaku malam itu. Akhirnya aku ke terminal bis dan akan naik bis ke uki
baru nanti nyambung lagi taxi ke rawamangun, kostku di sana.. Dengan
naik angkot sekali aku dah sampai di terminal, aku lihat bis ke uki
masih ngetem.. aku naik, masih kosong.. cuma ada 2 org bapak2 di bangku
depan. Aku memilih bangku deretan ketiga dari depan yang sebelah kiri
bis.
Pemerkosaan oleh penjaga kost
temanku memanggilku Nana (nama lengkap/aslinya ga usah disebut yah),
lahir tahun 83. Tubuhku cukup jangkung untuk ukuran wanita, terakhir
kuukur 172 cm, dengan berat 48kg dan tiga lingkar tubuh 86/60/90.
Rambutku lurus sebahu, wajah lonjong ,dan kulit putih karena aku WNI
keturunan.
Pengalaman masa kecil ku

“Eh kamu Ndre.. Ayo masuk. Tapi Anto ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah Anto, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Hitung-hitung cari teman karena subuh tadi kedua orang tuaku juga ada acara ke Jakarta, seminggu malah. Acara kantor katanya. “Oo, Anto emang liburan di Surabaya ya tante?” tanyaku basa basi. Padahal kemarinnya juga aku tahu kalo temanku tu mau ke Surabaya menghabiskan liburan semesteran di sana. “Iya. Lho Anto nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku hanya tersenyum. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya Anto, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Ooo, gitu ta.. itu lho kamu langsung aja ya, aku nggak tau” ujar wanita itu yang tidak lain adalah bu Bambang, ibu salah seorang teman sekolahku.
Bercinta dengan Ibu Guru Bahasa Indonesia Yang cantik

Rok Niken terangkat sedikit di atas lutut ketika dia menyilangkan kakinya yang panjang semampai membentuk betis yang indah. Bu Niken, guru Bahasa Indonesia itu sibuk menerangkan pelajaran di depan kelas namun pikiran Alfi tak sedikitpun menyimak pelajaran. Matanya mengikuti kemanapun tubuh semampai itu bergerak. Alfi tidak punya otak yang pandai, modalnya hanyalah sperma yang terus berproduksi. Namun Alfi tidak juga dapat disalahkan, Niken memang luar biasa menarik, apa-apa yang dimilikinya sanggup membuat lelaki manapun bertekuk lutut. Ia memang primadona di sekolah itu. Tidak hanya murid laki-laki tapi para guru pun tak dapat melepas pandangannya saat melihat wanita itu. Niken berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut hitam terurai sedada dan berumur 25 tahun. Seorang sarjana sasra lulusan dari perguruan tinggi terkemuka. Lajang yang dua bulan lagi dipersunting seorang pengusaha muda kaya. Satu jam pelajaran terasa singkat bagi Alfi.
“Uuuu… sudah bel” gerutunya
Beruntung bagi Alfi ia duduk di persis depan meja guru. Posisinya paling dekat. Matanya sesekali menatap tonjolan indah pada dada Niken. Meski menghayalkan tubuh indah sang ibu guru namun ia harus tetap berhati-hati mencuri pandang agar Niken tak curiga. Tapi penisnya terasa nyeri akibat mendesak celana seragam sempitnya. Itu memang celana pendek yang sesuai bagi anak seusia Alfi tapi tidak untuk anak itu. Benda itu tumbuh sedemikian besar setelah bertahun-tahun di pakai ngentot. Alfi juga ingat bagaimana telatennya Sriti dulu mengocok penisnya mempergunakan ramuan campuran air teh basi dan beberapa jamu-jamuan.
“Untuk apa campuran ini kak?” tanya anak itu bingung, ia sungguh tak menyukai aroma yang hinggap di hidungnya.
“Biar punya kamu tambah gede dan kamu bakal menaklukan banyak wanita kelak Fii” ujar Sriti saat itu.
Setiap pagi barangnya digodok dengan ramuan itu, Bertahun-tahun kemudian baru terlihat manfaatnya. Penisnya tidak hanya bertambah besar dan panjang, namun efek ramuan itu juga membuat otot-otot tetap kaku setelah berejakulasi.
Ban kempes membawa nikmat
Kejadian
ini berlangsung beberapa minggu yang lalu. Saat itu, hari Jumat sore,
aku sedang mengerjakan salah satu proyekku. Seperti biasa untuk
refreshing, sambil menyeruput secangkir kopi, aku membaca email email
yang masuk. Segera kubalas email permintaan proposal dari pelanggan, dan
aku pun kadang tertawa geli membaca email- email joke dari
teman-temanku. Tetapi ada satu email yang menarik perhatianku, yaitu
dari temanku yang tinggal di Bogor, Andi. Dia sedang suntuk dan
mengajakku untuk refreshing ke Puncak saat aku tidak sibuk. Kebetulan
besok aku tidak ada acara, hanya perlu mengambil pembayaran ke salah
satu klienku. Terlebih lagi Monika, pacarku, juga sedang keluar kota
bersama keluarganya.
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu. “Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada” “Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?” “Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan” “Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh” “OK” Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu. “Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada” “Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?” “Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan” “Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh” “OK” Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
Senangnya Jadi Bos
Sudah sejak seminggu yang lalu Lenny sekretarisku mengeluh kalau
pekerjaannya sekarang bertambah banyak, karena memang beberapa waktu ini
aku membeli beberapa perusahaan baru untuk perluasan bisnisku. Sebagai
sekretaris pribadi, maka Lenny harus mengetahui semua permasalahan
bisnisku dengan mendetail sehingga dapat dimaklumi bahwa dia agak
kerepotan juga menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Karena dia terus mengeluh, maka aku menyuruh dia untuk mencari asisten
untuk membantunya. Lenny sangat gembira karena aku mengijinkannya
mencari asisten, tentu saja dia tak akan lupa dengan pesanku bahwa
asistennya harus dapat memuaskan aku baik pekerjaannya maupun seksnya.
Lenny hanya tertawa waktu mendengar permintaanku itu. Aku juga yakin
bahwa tak terlalu sulit untuk mendapatkan sekretaris yang sehebat Lenny
luar dalam, karena aku berani membayar sangat mahal untuk pelayanan
mereka, namun yang menarik bagiku adalah kesempatan untuk menguji mereka
secara langsung. Karena disinilah selera petualanganku aan terpuaskan
dengan menggoda para calon sekretaris itu.
Bossku Cantik Tapi Hypersex
Mbak Menur, demikian biasanya bossku disapa di kantor. Mbak Menur
perempuan lajang dengan usia 37 tahun. Usia yang cukup terlambat bagi
perempuan untuk menikah. Tapi entah mengapa Mbak Menur memilih melajang.
Padahal wajah Mbak Menur terbilang ayu dengan ukuran tubuh
proporsional, bergelar Sarjana Hukum sekaligus menjabat General Manager
di perusahaan asuransi ternama di Indonesia.
Di ruangan kerjanya yang luas dan tertata rapi, Mbak Menur kerap menerima tamunya. Mereka adalah klien ataupun tamu-tamu dengan banyak kepentingan, tapi yang paling kerap mendatanginya adalah pria-pria muda tampan berpenampilan modis bak model pria yang kerap kulihat di majalah-majalah.
?Tedi, ke ruanganku sebentar dan bawa data klien kamu?, ucap Mbak Menur tanpa senyum. Aku sempat khawatir, jangan-jangan ada yang salah dengan pekerjaanku. Sejak aku diterima kerja empat bulan lalu, belum sekalipun Mbak Menur memanggilku. Dengan perlahan kuketuk pintu ruang kerjanya sambil membawa data yang dimintanya. Mbak Menur mempersilakanku duduk dan mulai menanyakan kemajuan pekerjaanku. Maka dengan panjang lebar kujelaskan progress dari pekerjaanku. Mbak Menur hanya sesekali menyela. Hingga satu jam diskusi kami, Mbak Menur mengatakan, ?Tedi, besok aku akan ke Solo untuk rapat dengan kepala cabang dan aku ingin kamu ikut?, tegasnya. Aku hanya mengangguk cepat serta mengiyakan perintahnya.
Sesuai jam keberangkatan, kami bertemu di ruang tunggu. Mbak Menur hanya sekilas menyapaku kemudian ia tenggelam kembali dengan buku bacaannya, yang sepintas kulihat dari judulnya adalah sebuah novel ringan. Aku hanya diam membisu tak berani menganggunya, maklumlah aku hanya seorang asisten Manager.
Di pesawat kami tidak duduk berdampingan, karena kami check in sendiri-sendiri. Tiba di Solo kami langsung pergi ke cabang perusahaan dan masuk ke ruang rapat hingga malam hari guna mendiskusikan anggaran 2007. Aku hanya mendengarkan dan mencatat semua hasil keputusan rapat. Tepat pukul 20.00 rapat berakhir dan segera kami mencari makan malam bersama .
Kamar hotel yang kutempati kelas standar, namun aku menyukai interior kamarnya yang bergaya minimalis. Saat aku sedang rebahan menikmati tatanan kamar, telepon berdering. Dari Mbak Menur yang membutuhkan pertolonganku untuk mencari obat sakit kepala, migrennya kumat.
Kuketuk pintu kamarnya perlahan guna mengantarkan obat pesanannya. Mbak Menur membukanya dan memintaku masuk. Ragu aku masuki kamarnya yang lebih luas dari kamarku dan segera menuju sofa. Mbak Menur mengeluh dan nampak pucat sambil segera meraih sebotol air mineral untuk menelan obat yang kuangsurkan. Mbak Menur memintaku membantu memijit kepala dan lehernya agar sakitnya sedikit reda.
Tentu saja aku menyanggupi untuk memijitnya. Kami berdua saling membisu, tak ada percakapan sedikitpun. Hingga tanpa kuduga tangan Mbak Menur menyentuh tanganku dan menariknya masuk ke t-shirt menuju payudaranya. Aku mengikuti saja apa maunya, kemudian diajarkannya aku untuk meremas dan memainkan putingnya. Kelelakianku mulai bergejolak menginginkan tubuhnya.
Masih dalam posisi duduk mebelakangi aku mencium kuduknya, menjilat belakang kupingnya, hingga ia terengah-engah. Mbak Menur mulai memandu tanganku menuju ke arah lipatan pahanya, menyusupkan jari telunjukku ke celana dalamnya yang ternyata agak longgar, hingga memudahkan jari jemariku menari. Dengan satu sentakan ia menarikku ke ranjang serta membuangi segala benang yang menempel di tubuhnya kemudian terlentang menungguku. Tanpa membuang waktu akupun menuju tubuhnya. Setelah berkali-kali ia menjerit menunjukkan klimaks kepuasan, barulah aku mengakhirinya. Kami kelelahan dan tertidur pulas.
Esok paginya Mbak Menur membangunkanku dan kembali mengajak bercinta. Setelah usai bercinta kami mandi dan sarapan pagi bersama di restoran hotel. Aku ijin untuk ke kamar mengambil laptop guna meneruskan rapat di kantor cabang. Sesaat aku berada di kamar, suara ketukan terdengar di pintu. Seraut wajah dengan penuh senyum lebar menyapaku. Dengan alasan ingin melihat kamarku, Mbak Menur melangkah masuk.
Mbak Menur duduk di atas ranjang yang belum sempat kutiduri, ?Bercumbu sebentar di sini yuk, kan tempat tidurmu belum terpakai?, ujarnya ringan sambil mencopoti baju kerjanya satu persatu. Sejurus kemudian ia menarikku untuk mencumbuinya lagi . Sungguh, aku lelah sekali, tapi aku tak berani menolak, karena Mbak Menur adalah boss-ku.
Di ruangan kerjanya yang luas dan tertata rapi, Mbak Menur kerap menerima tamunya. Mereka adalah klien ataupun tamu-tamu dengan banyak kepentingan, tapi yang paling kerap mendatanginya adalah pria-pria muda tampan berpenampilan modis bak model pria yang kerap kulihat di majalah-majalah.
?Tedi, ke ruanganku sebentar dan bawa data klien kamu?, ucap Mbak Menur tanpa senyum. Aku sempat khawatir, jangan-jangan ada yang salah dengan pekerjaanku. Sejak aku diterima kerja empat bulan lalu, belum sekalipun Mbak Menur memanggilku. Dengan perlahan kuketuk pintu ruang kerjanya sambil membawa data yang dimintanya. Mbak Menur mempersilakanku duduk dan mulai menanyakan kemajuan pekerjaanku. Maka dengan panjang lebar kujelaskan progress dari pekerjaanku. Mbak Menur hanya sesekali menyela. Hingga satu jam diskusi kami, Mbak Menur mengatakan, ?Tedi, besok aku akan ke Solo untuk rapat dengan kepala cabang dan aku ingin kamu ikut?, tegasnya. Aku hanya mengangguk cepat serta mengiyakan perintahnya.
Sesuai jam keberangkatan, kami bertemu di ruang tunggu. Mbak Menur hanya sekilas menyapaku kemudian ia tenggelam kembali dengan buku bacaannya, yang sepintas kulihat dari judulnya adalah sebuah novel ringan. Aku hanya diam membisu tak berani menganggunya, maklumlah aku hanya seorang asisten Manager.
Di pesawat kami tidak duduk berdampingan, karena kami check in sendiri-sendiri. Tiba di Solo kami langsung pergi ke cabang perusahaan dan masuk ke ruang rapat hingga malam hari guna mendiskusikan anggaran 2007. Aku hanya mendengarkan dan mencatat semua hasil keputusan rapat. Tepat pukul 20.00 rapat berakhir dan segera kami mencari makan malam bersama .
Kamar hotel yang kutempati kelas standar, namun aku menyukai interior kamarnya yang bergaya minimalis. Saat aku sedang rebahan menikmati tatanan kamar, telepon berdering. Dari Mbak Menur yang membutuhkan pertolonganku untuk mencari obat sakit kepala, migrennya kumat.
Kuketuk pintu kamarnya perlahan guna mengantarkan obat pesanannya. Mbak Menur membukanya dan memintaku masuk. Ragu aku masuki kamarnya yang lebih luas dari kamarku dan segera menuju sofa. Mbak Menur mengeluh dan nampak pucat sambil segera meraih sebotol air mineral untuk menelan obat yang kuangsurkan. Mbak Menur memintaku membantu memijit kepala dan lehernya agar sakitnya sedikit reda.
Tentu saja aku menyanggupi untuk memijitnya. Kami berdua saling membisu, tak ada percakapan sedikitpun. Hingga tanpa kuduga tangan Mbak Menur menyentuh tanganku dan menariknya masuk ke t-shirt menuju payudaranya. Aku mengikuti saja apa maunya, kemudian diajarkannya aku untuk meremas dan memainkan putingnya. Kelelakianku mulai bergejolak menginginkan tubuhnya.
Masih dalam posisi duduk mebelakangi aku mencium kuduknya, menjilat belakang kupingnya, hingga ia terengah-engah. Mbak Menur mulai memandu tanganku menuju ke arah lipatan pahanya, menyusupkan jari telunjukku ke celana dalamnya yang ternyata agak longgar, hingga memudahkan jari jemariku menari. Dengan satu sentakan ia menarikku ke ranjang serta membuangi segala benang yang menempel di tubuhnya kemudian terlentang menungguku. Tanpa membuang waktu akupun menuju tubuhnya. Setelah berkali-kali ia menjerit menunjukkan klimaks kepuasan, barulah aku mengakhirinya. Kami kelelahan dan tertidur pulas.
Esok paginya Mbak Menur membangunkanku dan kembali mengajak bercinta. Setelah usai bercinta kami mandi dan sarapan pagi bersama di restoran hotel. Aku ijin untuk ke kamar mengambil laptop guna meneruskan rapat di kantor cabang. Sesaat aku berada di kamar, suara ketukan terdengar di pintu. Seraut wajah dengan penuh senyum lebar menyapaku. Dengan alasan ingin melihat kamarku, Mbak Menur melangkah masuk.
Mbak Menur duduk di atas ranjang yang belum sempat kutiduri, ?Bercumbu sebentar di sini yuk, kan tempat tidurmu belum terpakai?, ujarnya ringan sambil mencopoti baju kerjanya satu persatu. Sejurus kemudian ia menarikku untuk mencumbuinya lagi . Sungguh, aku lelah sekali, tapi aku tak berani menolak, karena Mbak Menur adalah boss-ku.
Di Tepi Sungai Itu
Cerita ini terjadi kurang lebih sebelas tahun yang lalu (tepatnya
tanggal 31 Desember 1995). Saat itu kelompok kami (4 lelaki dan 2
perempuan) melakukan pendakian gunung. Rencananya kami akan merayakan
pergantian tahun baru di sana. Sampai di tempat yang kami tuju hari
telah sore, kami segera mendirikan tenda di tempat yang strategis.
Setelah semuanya selesai, kami sepakat bahwa tiga orang lelaki harus
mencari kayu bakar, sisanya tetap tinggal di perkemahan. Aku, Robby, dan
Doni memilih mencari kayu bakar, sedangkan Fadli, Lia dan Wulan tetap
tinggal di tenda. Baru beberapa langkah kami beranjak pergi, tiba-tiba
Wulan memanggil kami, katanya dia ingin ikut kelompok kami saja
(alasannya masuk akal, dia tidak enak hati sebab Fadli adalah pacar Lia,
dan Wulan tidak ingin kehadirannya di tenda mengganggu acara mereka).
Karena Fadli dan Lia tidak keberatan ditinggal berdua, kami (Robby,
Doni, aku dan Wulan) segera melanjutkan perjalanan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Daftar Isi




